Ad Code

Responsive Advertisement

News Ticker

6/recent/ticker-posts

CPU-Z, Si Pembaca Spesifikasi PC

Saat memulai pembelajaran Perakitan PC, siswa coba mulai mengenal komponen-komponen PC beserta spesifikasi dan fungsinya. Melihat langsung dan menyambungkan ingatan antara nama komponen yang ssudah dikenal dengan posisi dan bentuk fisiknya. Ilmu bertambah dan rasa penasaran pun muncul, "Bagaimana cara mengetahui spesifikasi komponen di laptop sendiri tanpa harus membongkarnya? Kalau dibongkar kan sayang karena masih baru dan terkait dengan garansi".

Nah untuk menjawab pertanyaan tersebut, hal itu tentu bisa dilakukan dengan jaman yang sudah secanggih ini banyak aplikasi yang bisa membantu, salah satunya CPU-Z. CPU-Z merupakan sebuah software yang berguna untuk mengetahui apa saja komponen dalam PC kita, mulai dari nama dan merk CPU, model Mainboard sampai dengan versi DirectX yang terinstall. Software CPU-Z bersifat freeware alias gratis dan bisa didownload pada alamat www.cpuid.com, tersedia dalam 2 pilihan bahasa, 2 pilihan dukungan processor dan 3 pilihan format file, mau yang diinstall terlebih dahulu atau mau yang langsung pakai terserah sesuai kebutuhan.

Tampilan CPU-Z terbagi atas 7 tab yakni CPU, Caches, Mainboard, Memory, SPD, Graphics dan About. Masing-masing tab berisi informasi sesuai dengan nama tabnya. Tab CPU berisi nama, jenis, model serta pembuat CPU yang sedang bekerja di komputer Anda, apakah Intel, AMD, atau merk yang lain. Selain itu, tab CPU juga menyediakan informasi tentang berapa core speed dan bus speed di komputer. Nah banyak nemu istilah baru kan? Berikut sedikit penjelasan dari informasi yang muncul pada tiap tab (tentu saja dalam bahasa Indonesia) agar lebih mudah dalam memahaminya.


Name : Nama core yang terdapat pada processor computer atau laptop.
Code Name : Kode yang terdapat pada core processor.
Package : Jenis socket proseccor yang digunakan.

Technology :
45 nm : proses fabrikasi, banyak atau ukuran dari pin pada processor.
Core VID : tegangan listrik yang ada pada processor.

Specification : spesifikasi processor yang ada pada computer atau laptop.

Instructions :
MMX : berhbungan dengan Integrasi VGA (yang mangatur tentang visual berupa gambar, grafik, dll).
SSE : jenis – jenis instruksi algoritma atau perhitungan yang dapat dipahami processor.
EM64T : instruksi yang terdapat pada motherboard.
VT-x : dukungan hardware. Mesin usulan mampu menyederhanakan Virtual Monitors (VMMs), meningkatkan kinerja virtualisasi system.

Clocks (Core#0)
Core Speed : kecepatan satu (1) core satuan dalam melakukan satu perintah.
Multiplier : Pengkali. Apabila processor banyak melakukan proses pada computer, maka multiplier meningkat. Sedangkan apabila processor sedikit melakukan proses pada computer, maka multiplier menurun dalam keadaan stabil.
BUS Speed : Kecepatan BUS. Jumlah alur yang mampu dilaksanakan oleh sebuah pemproses dalam masa second. Satuan waktu ini diukur dalam unit juta arahan second yang disebut juga sebagai megahertz (MHz) atau juta kitaran second dan kebanyakan komputer memiliki bus berkecepatan diantara 100 hingga 133MHz.

Kemudian di samping tab CPU, terdapat tab Caches. Tab ini menyediakan informasi tentang ukuran cache pada L1, L2, dan L3. Hal yang berkenaan dengan cache diantaranya:
Cache memory adalah memory berukuran kecil berkecepatan tinggi yang berfungsi untuk menyimpan sementara instruksi dan/atau data (informasi) yang diperlukan oleh prosesor. Boleh dikatakan bahwa cache memory ini adalah memory internal prosesor. Cache memory ini berbasis SRAM yang secara fisik berukuran kecil dan kapasitas tampung datanya juga kecil atau sedikit. Pada saat ini, cache memory ada 3 jenis, yaitu L1 cache, L2 cache, dan L3 cache.


Kecepatan cache memory, transfer data dari L1 cache ke prosesor terjadi paling cepat dibandingkan L2 cache maupun L3 cache (bila ada). Kecepatannya mendekati kecepatan register. L1 cache ini dikunci pada kecepatan yang sama pada prosesor. Secara fisik L1 cache tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. L1 cache adalah lokasi pertama yang diakses oleh prosesor ketika mencari pasokan data. Kapasitas simpan datanya paling kecil, antara puluhan hingga ribuan byte tergantung jenis prosesor. Pada beberapa jenis prosesor pentium kapasitasnya 16 KB yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu 8 KB untuk menyimpan instruksi, dan 8 KB untuk menyimpan data.

Transfer data tercepat kedua setelah L1 cache adalah L2 cache. Prosesor dapat mengambil data dari cache L2 yang terintegrasi (on-chip) lebih cepat dari pada cache L2 yang tidak terintegrasi. Kapasitas simpan datanya lebih besar dibandingkan L1 cache, antara ratusan ribu byte hingga jutaan byte, ada yang 128 KB, 256 KB, 512 KB, 1 MB, 2 MB, bahkan 8 MB, tergantung jenis prosesornya. Kapasitas simpan data untuk L3 cache lebih besar lagi, bisa ratusan juta byte (ratusan mega byte).




Selanjutnya adalah tab Mainboard. Tab ini berisi informasi detail mengenai model, chipset, sensor, southbridge, BIOS, dan perusahaan pembuat Mainboard tersebut. Di sebelah tab Mainboard, terdapat tab Memory. Tab ini berisi informasi tentang tipe memory yang digunakan, ukuran, serta channel yang dipakai oleh memory tersebut. Sedangkan tab Graphics menyajikan informasi tentang kartu grafis yang terpasang pada komputer Anda.

Sebagai software gratisan, CPU-Z termasuk cukup mumpuni. Mengapa? Karena software ini mampu mengetahui hampir semua jenis CPU yang biasa dipakai oleh umum. Ukurannya yang cukup kecil juga menjadi nilai tambah software ini. Selain itu, keunggulan lain adalah tampilannya yang simple dan mudah dipahami. Nah bagi yang belum mencoba, silahkan mencobanya!

Posting Komentar

1 Komentar

Ad Code

Responsive Advertisement